Kamis, 25 November 2010

materi 10 ( manajemen sumber daya manusia )


Manajemen Sumber Daya Manusia
Sumber Daya Manusia  

Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya  (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal. MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia  - bukan mesin - dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis.
           Manusia memiliki akal, budi dan pikiran yang tidak dimiliki oleh tumbuhan maupun hewan. Meskipun paling tinggi derajatnya, namun dalam ekosistem, manusia juga berinteraksi dengan lingkungannya, mempengaruhi dan dipengaruhi lingkungannya sehingga termasuk dalam salah satu faktor saling ketergantungan.

Sumber daya manusia dibagi menjadi dua, yaitu :

    * Manusia sebagai sumber daya fisik
             Dengan energi yang tersimpan dalam ototnya, manusia dapat bekerja dalam berbagai bidang, antara lain: bidang perindustrian, transportasi, perkebunan, perikanan, perhutanan, dan peternakan.

    * Manusia sebagai sumber daya mental 
            Kemampuan berpikir manusia merupakan suatu sumber daya alam yang sangat penting, karena berfikir merupakan landasan utama bagi kebudayaan. Manusia sebagai makhluk hidup berbudaya, mampu mengolah sumber daya alam untuk kepentingan hidupnya dan mampu mengubah keadaan sumber daya alam berkat kemajuan ilmu dan teknologinya. Dengan akal dan budinya, manusia menggunakan sumber daya alam dengan penuh kebijaksanaan. Oleh karena itu, manusia tidak dilihat hanya sebagai sumber energi, tapi yang terutama ialah sebagai sumber daya cipta (sumber daya mental) yang sangat penting bagi perkembangan kebudayaan manusia.

Perkembangan sumber daya manusia

             SDM sudah ada sejak dahulu dalam berbagai bentuk. Manajemen sumber daya manusia muncul begitu manusia berkumpul untuk sebuah tujuan yang sama. Meskipun demikian, keberadaan MSDM belum dapat dipastikan secara jelas pertama kali muncul. Tetapi dalam kurun waktu terakhir, proses memanajemen manusia menjadi formal.
Suharyanto menyebutkan bahwa aktivitas MSDM berawal dari tahun 1915 ketika militer Amerika Serikat mengembangkan suatu korps pengujian psikologi, suatu tim penguji serikat buruh dan suatu tim semangat kerja (Suharyanto:2005). Beberapa orang yang terlatih dalam praktek-praktek di ketiga tim tersebut kemudian menjadi manajer-manajer personalia di bidang industri.
Manajemen kepegawaian di Inggris dan Amerika Serikat dikembangkan lebih dahulu daripada di Australia ketika negara-neara ini mengadopsi proses kerja produksi massa, mengikuti perkembangan revolusi industri. Salah satu tokoh besar dalam masa ini adalah FW Taylor dengan Gerakan Manajemen Ilmiah sebagai hasil Studi Gerak dan Waktu. Perangkat yang digerakkan oleh energi dan sistem produksi yang dikembangkan, memungkinkan produksi yang lebih murah. Oleh karenanya, hal ini menciptakan banyak tugas yang monoton, tidak sehat dan bahkan berbahaya. Dampaknya adalah terdistorsinya peran manusia dalam perusahaan.
Kesadaran akan pentingnya peran manusia dalam organisasi berkembang ketika  produktivitas karyawan ternyata mempengaruhi daya saing perusahaan. Faktor manusia menjadi bagian penting dalam perusahaan karena pengelolaan karyawan yang baik merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas di satu sisi dan daya saing perusahaan di sisi lain. Hal inilah yang kemudian mendorong manajemen personalia/kepegawaian berubah menjadi kajian Manajemen SDM
     
· Ruang lingkup pengembangan SDM yaitu :
    1. Pengembangan kompetensi   : Pelatihan kompetensi, project management, dsb
   2. Pengembangan Jumlah SDM  : Dilakukan apabila organisasi membutuhkan tenaga kerja untuk  melakukan peningkatan kinerja
   3. Pengembangan organisasi     : Dengan terciptanya unit usaha baru, maka secara organisasi perlu dilakukan penyesuaian struktur organisasi

Pemanfaatan sumber tenaga kerja dan kompensasi
   1. Mencapai masa dinas yg panjang
   2. Menarik karyawan yg cakap ke dalam organisasi
   3. Memotivasi karyawan mencapai presta prestasi unggul

Hubungan perburuhan
         Hubungan Perburuhan Pancasila, agar setiap persoalan antara buruh dan manajemen diselesaikan dengan musyawarah dan mufakat.

Mengapa para pekerja mendirikan serikat pekerja
           Alasan pekerja mendirikan serikat pekerja adalah organisasi pekerja yang dibentuk untuk mempromosikan atau menyatakan pendapat, melindungi, dan memperbaiki, melalui kegiatan kolektif, kepentingan sosial, ekonomi dan politik anggotanya.

Hukum-hukum yang mengatur hubungan antar tenaga kerja dengan manajer
Ada tiga perjanjian kerja sama, yaitu :
a. Closed Shop Agreement
         Hanya berlaku bagi pekerja yang telah bergabung menjadi anggota serikat (persatuan)

b. Union shop Agreement
          Mengharuskan para pekerja untuk menjadi anggota serikat untuk periode waktu terentu

c. Open Shop Agreement
           Memberikan kebebasan kepada para pekerja untuk menjadi atau tidak menjadi anggota serikat kerja.




sumber :


·   http://dwih74.blog.com/2010/07/27/sejarah-perkembangan-manajemen-sumber-daya-manusia/







Selasa, 23 November 2010

materi 9 ( manajemen keuangan perusahaan )

manajemen keuangan perusahaan adalah aktivitas yang terkait dengan perencanaan dan pengendalian perolehan serta pendistribusian aset - aset keuangan perusahaan. aktivitas yang di lakukan perusahaan pada umumnya berhubungan dengan penentuan keputusan investasi jangka panjang.

A. PERAN DAN TANGGUNG JAWAB MANAJER KEUANGAN
peran dan tanggung jawab manjer keuangan meliputi perolehan dana, pengumpulan dana, pembayaran utang perusahaan, pengendelaian keseimbangan kas perusahaan, serta perencanaan kebutuhan keuangan. tanggung jawab utamanya adalah meningkatkan nilai perusahaan atau dengan kata lain bagaimana meningkatkan kesejahteraan para pemegang saham perusahaan. untuk meningkatkan nilai perusahaan, manajer keuangan harus dapat menjamin bahwa perusahaan selalu memiliki cukup dana untuk membiayai aktivitas perusahaan dalam menghasilkan barang dan jasa.

A.    Penganggaran modal ( capital budgeting ) : seluruh proses perencanaan dan pengambilan keputusan yang berkenan dengan pengeluaran dan jangka waktu pengembaliannya melebihi satu tahun. Termasuk dalam kategori pengeluaraan dana ini adalah pengeluaraan dana untuk pembeli aktiva tetap seperti, tanah, bangunan, mesin – mesin, dan peralatan lainnya.
B.    Penggolongan investasi aktiva tetap dan pemilihan alternatif :
~ investasi penggantian
~ investasi penambahan kapasitas
~ investasi penambahan jenis produk baru
~ investasi lain – lain
C.   Metode penilian investasi : metode yang mendasarkan perhitungan atas keuntungan akuntansi dan metode yang mendasarkan perhitungan atas dasar cash flow.
Aliran ( arus ) kas = ∆ EBIT – T (∆ EBIT ) + ∆ Depresiasi
                           = ( 1 – T ) ∆ EBIT + ∆ Depresiasi
                           = ∆ EAT + ( 1 – T ) ∆ I + ∆ Depresiasi
D.   Arus kas masuk  : setiap usulan pengeluaran modal ( capital expenditure ) selalu mengandung dua macam aliran kas, yaitu
1.    Aliran kas keluar netto ( net cash outflow ), yaitu aliran uang tunai yang dibutuhkan untuk investasi baru.
2.    Aliran kas masuk netto ( net cash inflow ), yaitu aliran uang tunai masuk sebagai hasil dari investasi baru dan sering pula di sebut net cash proceeds/proceeds.
E.    Metode average rate of return : metode ini menggunakan presentase keutungan netto setelah pajak atas investasi awal atau rata – rata investasi awal.
1.    Kelebihan dari metode ini adalah :
~ sederhana dan mudah dimengerti
~ metode ini menggunakan data akuntansi yang sudah tersedia sehingga tidak memerlukan perhitungan tambahan.
2.    Kelemahan utama dari metode ini adalah :
~ tidak memperhitungkan “ time value of money “
~ menitikberatkan pada laba akuntansi dan bukan pada arus kas dari investasi bersangkutan
~ merupakan pendekatan jangka pendek denan menggunakan angka rata – rata yang dapat menyesatkan
~ kurang memperhitungkan jangka waktu investasi
F.    Metode masa pengambilan investasi : metode ini berdasarkan perhitungan pada asur kas investasi. Dalam metode ini akan di hitung, berapa lama arus kas masuk dapat menutupi aliran kas keluar yang di pakai sebagai investasi awalnya. 
G.   Metode net present value : metode yang cukup populer digunakan dalam penilaian investasi, karena mampu mengatasi kelemahan dari metode penilaian lain, yaitu : memperhatikan nilai waktu dari uang ( time value of money ). Net present value dari suatu investasi didefinisikan sebagai pengurangan dari present value cash outflow ( proceeds ) dikurangi present value cash outflow ( outlays ). RUMUS : NPV = PV Proceeds – PV outlays
Secara matematika rumus NPV dapat dituliskan sebagai berikut :




H.   Metode profitability index : pada prinsipnya metode ini memiliki kelebihan dan kelemahan yang hampir sama dengan metode NPV. Menurut, metode ini sebuah usulan investasi akan di terima apabila angka profitabiliyy index ( PI ) dari usulan tersebut akan lebih besar dari atau sama dengan satu. Metode ini dapat menjadi pelengkap bagi perhitungan dalam menentukan usulan investasi mana yang akan dipilih apabila perusahaan memiliki keterbatasan dana.

Rumus :  P =
I.      Metode internal rate of return ( IRR ) : sebagai tingkat bunga yang akan menjadikan nilai sekarang daro proceeds yang diharapkan akan terima ( PV of Proceeds ) sama dengan nilai sekarang dari pengeluaran modal ( PV outlays ). Dengan perkataan lain internal rate of return adalah suatu tingkat buanga atau tingkat diskonto yang mengahasilkan NPV sautu investasi sama dengan nol.

PERENCANAA KEUANGAN ( FINANCIAL PLANNING )
Kunci dari manajemen keuangan yang efektif adalah pembuatan rencana keuangan. Rencana keuangan adalah rencana usaha untuk mencapai posisi keuangan yang dicari di masa yang akan datang.
A.    MENGAPA PERUSAHAAN MEMBUTUHKAN DANA ? setiap perusahaan membutuhkan dana untuk tetap beroperasi, karena kegagalan dalam membayar pemasok dapat membuat bangkrutnya usaha. Diantaranya :
~ pengeluaran jangka pendek ( short term/operating expenditures ) : pengeluaran yang muncul dalam aktivitas bisnis sehari – hari,
~  pengeluaran jangka panjang
B.    PEMBELANJAAN ATAU PEMBIAYAAN PERUSAHAAN ( CORPORATE FINANCING ) : untuk memenuhi kebutuhan akan pengeluaran jangka pendek maupun jangka panjang, perusahaan membutuhkan dana yang tidak saja dapat dipenuhi oleh kemampuan modal awal dari pemilik serta kemampuannya dala menghasilkan laba, seperti juga dana dari luar perusahaan seiring dengan perkembangannya kemajuan usahanya.
sumber : 
~ buku pengantar bisnis, penerbit PT. gramedia pustaka utama

Senin, 15 November 2010

materi 8 ( konsep nilai waktu dari uang )

seiring dengan pesatnya perkembangan bisnis, konsep nilai waktu dari uang ( time value of money ) telah mendapat tempat yang demekian penting. berikut adalah beberapa conto terapan yang terkait dengan konsep nilai waktu dari uaang :
~ tabungan
~ pinjaman bank
~ asuransi penilaian proyek

A. NILAI YANG AKAN DATANG

nilai yang akan datang menunujukkan besarnya nilai uang yang ada saai ini, bila diproyeksikan ke masa mendatang. Future value (terminal value) adalah nilai uang yang akan datang dari satu jumlah uang atau suatu seri pembayaran pada waktu sekarang, yg dievaluasi dengan suatu tingkat bunga tertentu. 
FV = P0+ SI= P0+ P0(i)(n)

B. NILAI SEKARANG

PV = Kn / (1 + r) ^n
Keterangan :

PV = Present Value / Nilai Sekarang
Kn = Arus kas pada tahun ke-n
r = Rate / Tingkat bunga
^n = Tahun Ke-n (dibaca dan dihitung pangkat n).

Contoh : Jika di masa yang akan datang kita akan punya saldo sebesar 1,1 juta hasil berinvestasi selama satu tahun, maka uang kita saat ini adalah sebesar :
PV = 1.100.000 / (1 + 0,1) ^1
PV = 1.000.000 rupiah
Tambahan :
1 / (1 + r) ^n disebut juga sebagai discount factor
(rumus diatas diambil dari http://harryps.blogspot.com)

ISTILAH YANG DIGUNAKAN :

Pv = Present Value (Nilai Sekarang)
Fv = Future Value (Nilai yang akan datang)
I = Bunga (i = interest / suku bunga)
n = tahun ke-
An = Anuity
SI = Simple interest dalam rupiah
P0 = pokok/jumlah uang yg dipinjam/dipinjamkan pada periode waktu

C. NILAI MASA DATANG DAN MASA SEKARANG

FV = Ko (1 + r) ^n
Keteragan :

FV = Future Value / Nilai Mendatang
Ko = Arus Kas Awal
r = Rate / Tingkat Bunga
^n = Tahun Ke-n (dibaca dan dihitung pangkat n).

Contoh : Jika kita menabung 1 juta rupiah dengan bunga 10% maka setelah satu tahun kita akan mendapat :
FV = 1.000.000 (1 + 0,1) ^1
FV = 1.100.000 rupiah
D. ANNUITAS :
Anuitas : Cara pembayaran hutang dengan jumlah yang sama besar dan dalam jangka waktu yang sama
Dalam Anuitas (A) terkandung : -----1. Angsuran (An)
-----2. Bunga (Bn)

A= An +Bn
1. ANNUITAS BIASA : 
Anuitas biasa adalah sebuah anuitas yang mempunyai interval yang sama antara waktu pembayaran dengan waktu dibunga majemukkan.


Berdasarkan tanggal pembayarannya, anuitas biasa dapat dibagi 3 bagian, yaitu:

• Ordinary annuity
adalah sebuah anuitas yang diperhitungkan pada setiap akhir interval seperti akhir bulan, akhir kuartal, akhir setiap 6 bulan, maupun pada setiap akhir tahun.



An = R [ 1- ( 1+i )pangkat -n ]
------------
i


R= An [ i ]
------------
{1-(1+i)pangkat-n}



Sn = R [ {1+i)pangkat n - 1} ]
---------------
i


R = Sn [ i ]
------------------
{(1+ i)pangkat n - 1}


Di mana:
An = Present value R = Annuity
Sn = Future value i = Tingkat bunga/interval
n = jumlah interval pembayaran


. Annuity due
Annuity due adalah anuitas yang pembayarannya dilakukan pada setiap awal interval. Awal interval pertama merupakan perhitungan bunga yang pertama dan awal interval kedua merupakan perhitungan bunga kedua dan seterusnya.
Pada formula annuity due ditambahkan satu compounding factor (1+i), baik untuk present value maupun future value.
Penambahan satu compounding factor pada annuity due adalah sebagai akibat pembayaran yang dilakukan pada setiap awal interval.
Nilai uang yang dihitung dengan annuity due selalu lebih besar bila dibandingkan dengan ordinary annuity.

*Perhitungan present value
Rumus:

An(ad) = R [ {1-(1+ i)pangkat -n} ]
-------------------- ( 1 + i )
i
Atau

An(ad) = R [{1-(1 + i ) - (pangkat n-1)
-------------------- + 1 ]
i

Atau
An(ad) = R [{1-(1 + i ) - pangkat n-1 ]
--------------------- + R
u

Contoh 11: Sebuah perusahaan Ingin memperoleh uang secara
kontinyu sebesar Rp 1.500.000,- dari bank setiap awal kuartal
selama satu tahun. Berapa jumlah dana yang harus disetor pada bank apabila tingkat bunga diperhitungkan sebesar 18% per tahun?

Diketahui:
R=Rp 1.500.000,-
i= 18%/4= 4,5%
n=4
Catatan: Gunakan Lampiran 3 untuk mendapat nilai discount factor annuity pada i=4,5% dan n=4 dan Lampiran 1 untuk compounding factor dari bunga majemuk.



*Jumlah Pembayaran (Future amount)
Jumlah pembayaran dalam annuity due dilakukan dengan rumus sebagai berikut:


Sn(ad) = R [ {( 1 + i ) pangkat n -1} ]
--------------------
i


Sn(ad) = R [ {( 1 + i ) pangkat n+1 -1}
---------------------- - 1 ]
i


Sn(Ad) = R [ {( 1 + i ) ( pangkat n + 1 ) - 1} ]
------------------------ - R
i

Contoh 12: Suatu BPD memberikan Fasilitas penjualan kendaraan beroda Dua secara kredit pada guru-guru SD. Tingkat bunga diperhitungkan sebesar 12% per tahun dan cicilan dilakukan Setiap awal bulan sebesar Rp 70.000,- Selama 3 tahun. Berapakah besarnya Jumlah pembayaran?

Diketahui:
R = Rp 70.000,-
I = 12%/12 = 1%
n = 12x3 = 36



. Deferred annuity.
annuity adalah suatu seri (anuitas) yang pembayarannya dilakukan pada akhir setiap interval. Perbedaan dengan ordinary annuity adalah dalam hal penanaman modal di mana pada deferred annuity ada masa tengang waktu (grace period) yang tidak diperhitungkan bunga.

An( da ) = R [ { 1 - ( 1 + i ) pangkat - n } ]
---------------------- ( 1 + i ) pangkat - t
i

Sn (da) = R [ {(1 + i ) pangkat n -1 ]
------------------
i

t = tenggang waktu yang tidak dihitung bunga.
geocities.ws/akuntansi_fe_um/manj.../modul4timevalue.doc - Mirip


2.  Anuitas Terhutang
3. Nilai Sekarang Anuitas
Nilai sekarang dari anuitas n tahun disebut An dan nilai sekarang faktor bunga anuitas disebut PVIFAk,n.

An = PMT (PVIFAk,n)

PVIFAk,n = 1 - ___1____ = 1/k - ____1____
(1+k)n k (1+k)n
-----------
k
geocities.ws/akuntansi_fe_um/manj.../modul4timevalue.doc - Mirip


4. Nilai Sekarang Dari Anuitas Terhutang
Berguna untuk mengukur setiap pembayaran yang maju satu periode atau pembayaran pada awal tahun dengan menggunakan formulasi :

An (Anuitas Terhutang) = PMT (PVIFAk,n)(1+k)

geocities.ws/akuntansi_fe_um/manj.../modul4timevalue.doc - Mirip


5. Anuitas Abadi
Anuitas dengan jangka waktu yang tidak terbatas.
http://anuitaskeu.blogspot.com/


6. Nilai Sekarang dan Seri Pembayaran Yang Tidak Rata
7. Periode Kemajemukan Tengah Tahunan atau Periode Lainnya
8.  Amortisasi Pinjaman
Adalah suatu pinjaman yang dibayar kembali dengan jumlah pembayaran yang sama besar setiap periode selama jangka waktunya.


PVA = PMT ( PVIFA k,n )

PMT = PVA
-------------
PVIFA k,n


Skedule Amortisasi/Amortized Loan)
• Skedule yang menunjukkan secara tepat bagaimana pinjaman akan dibayar.
• Skedul ini menunjukkan pembayaran yang harus dilakukan pada Setiap tanggal yang
ditetapkan dan rincian pembayaran yang menunjukkan unsur bunga dan unsur pokok yang mengurangi saldo pokok pinjaman.
• Skedule ini disebut juga hutang yang teramortisasi (Amortized Loan)


sumber : 
buku pengantar bisnis, pengarang : M. Fuad, Christine H., penerbit : PT. GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

Selasa, 02 November 2010

materi 7 ( manajemen produksi )

PERKEMBANGAN MANAJEMEN PRODUKSI

pesatnya  perkembangan manajemen produksi terjadi berkat dorongan dari beberapa faktor yang menunjang, yaitu :
1. adanya pembagian kerja ( division of labor ) dan spesialisasi
2. revolusi indsutri
3. perkembangan alat dan teknologi yang mecakup penggunaan komputer
4. perkembangan ilmu dan metode kerja yang mencakup metode ilmiah, hubungan antarmanusia, dan model keputusan

PENGERTIAN MANAJEMEN PRODUKSI

pengertian manajemen produksi tidak terlepas dari pengertian manajemen. dalam pengertian ini terdapat tiga unsur penting, yaitu : adanya orang yang lebih dari satu, adanya tujuan yang ingin dicapai, dan orang yang betanggungjawab terhadap pencapaian tujuan tersebut. manajemen produksi merupakan kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber - sumber daya berupa sumber daya manusia, sumber daya alat, sumber daya dana dan serta bahan secara efektif dan efisien untuk menciptakan dan menambah kegunaan ( utility ) suatu barang atau jasa.

PENGERTIAN PRODUKSI

secara umum produksi diartikan sebagai kegiatan atau proses yang mentransformasikan masukan ( input ) menjadi keluaran ( output ). pengertian produksi dalam ekonomi mengacu pada kegiatan yang berhubungan dengan usaha penciptaan dan penambahan kegunaan atau utilitas suatu barang dan jasa.

PROSES PRODUKSI

proses produksi dapat ditinjau dari 2 segi, yaitu :
A. kelangsungan hidup :
~ produksi terus - menerus ( continuouns production ) : dalam proses produksi ini walaupun terjadi perubahaan model, susunan dan fungsi alat - alat mein yang dipakai tidaklah berubah.
~ produksi terputus - putus ( intermitten production ) : proses produksi tidak terus menerus atau operasi seringkali henti guna mengubah alat - alat, pengaturan kembali alat - alat, dan penyesuaian yang terus - menerus diadakan sesuai dengan tuntutan produksi yang akan dihasilkan.

B. teknik
~ proses ekstraktif : suatu proses pengambilan langsung dari alam, seperti kayu, perikanan, dan pertambangan.
~ proses analistis : proses memisahkan bahan - bahan, seperti minyak tanah mentah menjadi minyak bersih.
~ proses pengubahan : proses perubahan bentuk, seperti alat - alat rumah tangga.
~ proses sintesis : proses mencampur dengan unsur - unsur lain, seperti : bahan - bahan kimia.

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MANAJEMEN PRODUKSI

ditinjau dari kondisi keputusan yang harus diambil, terdapat empat macam pengambilan keputusan, yaitu :
~ pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti ( certainty )
~ pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung risiko
~ pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti ( uncertainy )
~ pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain

bidang produksi mempunyai lima tanggung jawab keputusan utama, yaitu :
1. proses
2. kapasitas
3. persediaan
4. tenaga kerja
5. mutu/kualitas

RUANG LINGKUP MANAJEMEN PRODUKSI

penambahan dalam perancangan atau desain sistem produksi meliputi :
1. seleksi dan desain hasil produksi ( produk ) : kegiatan produksi harus dapat menghasilkan produk berupa barang atau jasa, dengan cara efektif dan efisien serta dengan kualitas yang baik.
2. seleksi dan perancangan proses serta peralatan : setelah dilakukan seleksi terhadap produk, kegiatan yang harus dilakukan adalah menentukan jenis proses yang akan dipergunakan serta peralatannya.
3. pemilihan lokasi perusahaan serta unit produksi : dalam pemilihan lokasi perusahaan, perli diperhatikan faktor jarak, kelancaran dan biaya pengangkutan dari sumber - sumber bahan baku, dan lain-lain.
4. rancangan tata - letak ( lay out ) dan arus kerja atau proses
5. rancangan tugas
6. strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas

FUNGSI SERTA SISTEM PRODUKSI DAN OPERASI

A. fungsi produksi dan operasi
berikut ini 4 fungsi terpenting dalam produksi dan operasi :
1. proses pengolahan, merupakan metode atau teknik yang digunakan untuk pengelohan masukan.
2. jasa - jasa penunjang, merupakan sarana berupa pengorganisasian yang perlu untuk penetapan teknik dan metode yang akan dijalankan.
3. perencanaan, merupakan penetapan keterkaitan dan pengorganisasian dari kegiatan produksi.
4. pengendalian atau pengawasan, merupakan fungsi untuk menjamin terlaksananya kegiatan yang sesuai rencana.

B. sistem produksi dan operasi
sistem produksi dan operasi adalah suatu keterkaitan unsur - unsur yang berbeda secara terpadu, menyatu, dan menyeluruh dalam pentransformasian masukan menjadi keluaran.


LOKASI DAN LAY OUT PABRIK


Pengertian Lokasi dan Layout Pabrik
Lokasi merupakan salah satu kegiatan awal yang harus dilakukan sebelum perusahaan mulai beroperasi. Penentuan lokasi yang tepat akan mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam; melayani konsumen, mendapatkan bahan-bahan mentah yang cukup, mendapatkan tenaga kerja dengan mudah. dan memungkinkan diadakannya perluasan usaha.
Kesalahan dalam pemilihan lokasi akan mengakibatkan biaya transportasi yang tinggi, kekurangan tenaga kerja, kehilangan kesempatan dalam bersaing, tidak tersedianya bahan baku yang cukup dan sebagainya.
Perencanaan layout merupakan salah satu tahap dalam perencanaan suatu fasilitas yang bertujuan untuk mengembangkan suatu sistem produksi yang efektif dan efisien. Tujuan penyusunan layout pada dasarnya untuk mencapai pemanfaatan peralatan pabrik yang optimal, penggunaan jumlah tenaga kerja yang minimum, kebutuhan persediaan yang rendah dan biaya produksi dan investasi modal yang rendah, sedangkan jenis layout terdiri dari process layout, product layout, dan fixed position layout, atau kombinasi dari ketiga jenis layout tersebut.
Adapun perangkat lunak yang diperlukan bagi penyusunan layout adalah: CRAFT, COFAD, PLANET, CORELAP dan ALDEF. 

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Lokasi
Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi pabrik, besar sekali pengaruhnya terhadap tingkat kelancaran operasi perusahaan, faktor-faktor tersebut terdiri dari faktor utama dan faktor bukan utama. Faktor utama yaitu; letak sumber bahan baku, letak pasar, masalah transportasi, supply tenaga kerja dan pembangkit tenaga listrik. Sedangkan faktor bukan utama seperti, rencana masa depan perusahaan, kemungkinan adanya perluasan perusahaan, kemungkinan adanya perluasan kota, terdapatnya fasilitas-fasilitas pelayanan, terdapatnya fasilitas-fasilitas pembelanjaan, persediaan air, investasi untuk tanah dan gedung, sikap masyarakat, iklim dan keadaan tanah. 

Penentuan Lokasi Pabrik
Manajemen perusahaan dalam memilih lokasi pabrik didasarkan pada beberapa macam alternatif. Tahap-tahap dalam pemilihan lokasi pabrik terdiri dari pengumpulan data, menganalisa data yang masuk, menentukan urutan alternatif lokasi yang dipilih dan menentukan lokasi pabrik yang dipilih. Penentuan metode pemilihan lokasi pabrik didasarkan pada faktor rating, analisa ekonomis, dan analisa volume biaya. 

Penentuan Layout Pabrik
Sebagaimana diketahui bahwa layout yang dipergunakan dalam sebuah pabrik akan mempunyai pengaruh langsung terhadap tingkat produktivitas perusahaan. Oleh karena itu penentuan layout pabrik harus disesuaikan dengan kondisi perusahaan. Untuk menentukan layout pabrik dengan baik, maka perlu diadakan persiapan-persiapan yang matang, diantaranya: Pertama, data yang diperlukan meliputi jumlah dan jenis produk, komponen produk, urutan pelaksanaan proses produksi, mesin dan peralatan informasi mesin, instalasi yang diperlukan, luas gedung dan perbandingan perencanaan layout. Kedua, analisis urutan operasi dan Ketiga Teknik kesimbangan kapasitas. 


sumber :
1. buku pengantar bisnis, pengarang : M. Faud, CHIRISTINE H. , NURLELA. penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama.
2. http://pustaka.ut.ac.id